Jumat, 10 Juli 2009

Rampokan Jawa

Saat berjalan-jalan di antara stand pameran kriya dari Dekranasda Kota Bandung, mata tertarik pada sebuah kaos oblong buatan Mahanagari yang dihiasi drawing Savoy Homann Bandoeng Java. Uniknya kaos itu dihiasi latar belakang gambar komik. Gambar diambil dari "Rampokan Jawa" karya Peter van Dongen terbitan Amsterdam, 1966.
Rampokan menurut tradisi Jawa merujuk pada macan atau harimau--simbol kemarahan pada penguasa kolonial-- yang tertangkap dan akan dibunuh pada upacara akhir Ramadhan.
"Rampokan" dibuat melalui penelitian sumber-sumber sejarah dan studi gambar yang memakan waktu tiga tahun. Inilah yang menjadi dasar bagi Peter untuk membangun kembali dunia yang masih dihuni oleh nenek moyangnya. Termasuk sudut-sudut kota Bandung pada tahun 1946. Di antaranya Hotel Savoy Homann, sebuah hotel yang dirancang ulang oleh seorang arsitek terkenal, Aalbers, pada tahun 1936. Arsitektur Savoy sendiri sebenarnya didesain mirip dengan karya Aalbers sebelumnya yaitu Denis Bank di jalan Braga, sekarang menjadi Bangk Jabar Banten.
Ternyata komik bisa menjadi penghubung antara masa kini dan masa lalu yang efektif dan menjadi alat evaluasi seberapa jauh warga Bandung melestarikan nilai-nilai historis kotanya. Bandung adalah kota yang kaya akan warisan arsitetur dan komik dapat mendokumentasikan hal itu dan menyimpannya dalam warisan seni gambar dan sastra untuk memperkaya wawasan siapa pun yang mau membacanya.

Jumat, 03 Juli 2009

Pendidikan dan Kualitas Manusia

Kualitas manusia
berasal dari dua sumber, bawaan genetic dan kemampuan yang diperoleh. Pendidikan adalah sumber utama dari kemampuan yang diperoleh. Perbedaan antara suatu Negara dengan Negara lain dalam kemampuan yang diperoleh (acquired abilities) itulah yang merupakan modal manusia (human capital). Sejak tahun 1980-an konsep human capital menjadi substansi analisis ekonomi.
Idealnya
seseorang dapat berpikir seperti Soedjatmoko, mampu mengekspresikan harapan dan keindahan seperti Rendra, berbicara sederhana namun berbobot seperti Hatta, dan menjadi pribadi public yang kuat dan bertanggungjawab seperti Bung Karno.
Pembentukan human capital
oleh pendidikan menjadi agenda penelitian sejumlah ekonom. Dampak pendidikan terhadap aktivitas ekonomi adalah nyata. Sudah diketahui pula bahwa Investasi di bidang human capital telah meningkatkan pendapatan nasional.