Kamis, 02 Desember 2010

Potensi komik sebagai media pengantar komunikasi belum dikembangkan

Bandung, Kompas - Potensi komik sebagai media pengantar komunikasi belum dikembangkan sepenuhnya di Indonesia. Padahal, komik telah dilirik untuk berbagai kepentingan di beberapa negara maju.

”Komik telah dianggap media baru yang memiliki kekuatan unik. Komik bisa dengan ringan dan santai menyampaikan suatu maksud dan tujuan,” kata komikus sekaligus Dosen Desain Komunikasi dan Visual Institut Teknologi Harapan Bangsa Okky Tri Baskoro di sela-sela lokakarya Bandung Indie Comic Now di Institut Teknologi Bandung, Rabu (1/12).

Okky memberi contoh tentang buku sejarah berbalut komik karya komikus Amerika Serikat Larry Gonick. Buku sejarah yang telah terbit hingga jilid kelima itu sangat laris dan telah diterjemahkan ke banyak bahasa.

Hal sama terjadi di Korea Selatan. Komikus Kim I Rang bekerja sama dengan Yim Sook Young menerbitkan buku pengetahuan sedunia. Okky menambahkan, komik juga digunakan sebagai media promosi di banyak negara, baik dalam bentuk profil perusahaan maupun untuk promosi produk.

”Di Indonesia, beberapa perusahaan swasta juga tertarik berpromosi lewat komik meski jumlahnya belum banyak. Hasilnya ternyata positif karena dengan dana sama dengan beriklan menggunakan selebaran, produk yang mereka jual lebih dikenal masyarakat,” katanya.

Okky berharap banyak kalangan mulai peduli mendukung potensi komik Indonesia. Belum banyak perguruan tinggi yang mengajarkan mata kuliah tentang komik. Pemerintah juga belum tertarik melirik komik sebagai karya kreatif yang menjanjikan. Hal ini sangat disayangkan karena banyak komikus justru berjuang dan bergerilya sendiri mempromosikan karyanya.

Komikus Azisa Noor (23) mengatakan, masa depan komik Indonesia mulai menunjukkan arah positif. Mulai banyak kalangan menggunakan komik sebagai pengenalan sesuatu hal.

Komikus dari Koloni ini mengatakan, komik telah digunakan dalam buku panduan Kota Tua Jakarta, sosialisasi koperasi salah satu bank swasta, hingga promosi produk makanan dan minuman nasional. Azisa mengharapkan agar minat itu bisa terus dipertahankan. (CHE)

Sumber : KOMPAS Jabar, 2 Desember 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar